Biokimia Dasar & Makromolekul
Memahami interaksi atom, mekanika ikatan kimia dalam sistem biologi, serta logika struktural makromolekul penyusun kehidupan.
Konsep Dasar & Mekanisme Ikatan Biologis
Kehidupan didorong oleh interaksi antarmolekul yang spesifik. Pemahaman biokimia dimulai dengan memahami bagaimana atom-atom berinteraksi untuk membentuk struktur yang stabil namun dinamis.
Ikatan Kimia dalam Sistem Biologi
Ikatan Kovalen
Ikatan Hidrogen
Interaksi Hidrofobik
Logika Makromolekul
Karbohidrat
Lipid
Protein
Asam Nukleat
01 Simulasi Stabilitas Termal DNA
Eksplorasi bagaimana komposisi basa ( vs ) dan konsentrasi garam () mempengaruhi suhu pelelehan () menggunakan Wallace Rule.
DNA Stability Calculator
02 Simulator Fluiditas Membran
Visualisasikan pembentukan kink akibat ikatan rangkap cis dan bagaimana panjang rantai karbon menentukan fase membran pada suhu tertentu.
Lipid Fluidity Simulator
Molecule Visualization Area
Analisis Kasus & Termodinamika
Latihan terbimbing untuk menguji logika biokimia pada sistem nyata.
#01 Fragmen A memiliki Tm yang lebih tinggi daripada Fragmen B karena pasangan G-C membentuk tiga ikatan hidrogen, sementara A-T hanya dua.
#02 Penambahan urea pada Fragmen A akan meningkatkan energi aktivasi yang diperlukan untuk memisahkan untai ganda DNA.
#03 Jika konsentrasi garam (NaCl) dalam larutan ditingkatkan, Tm kedua fragmen cenderung menurun karena gangguan pada tumpukan basa (base stacking).
#04 Rasio purin terhadap pirimidin pada Fragmen A pasti bernilai 1, terlepas dari persentase G-C.
#01 Membran ikan Antartika kemungkinan besar mengandung persentase asam lemak jenuh yang lebih tinggi untuk mencegah membran menjadi terlalu cair.
#02 Kehadiran ikatan rangkap cis pada ekor hidrokarbon fosfolipid akan meningkatkan jarak antarmolekul, sehingga menurunkan suhu titik beku membran.
#03 Penurunan panjang rantai karbon pada asam lemak akan meningkatkan interaksi Van der Waals antar ekor lipid, sehingga menstabilkan membran di suhu dingin.
#04 Jika ikan tersebut dipindahkan ke air hangat secara mendadak, membran selnya berisiko mengalami peningkatan permeabilitas yang tidak terkendali (kebocoran).
Pendalaman & Aplikasi Praktikum
Aplikasi konsep biokimia dalam laboratorium, mulai dari kuantifikasi molekul menggunakan cahaya hingga manipulasi stabilitas struktural protein.
Analisis Spektrofotometri
Absorbansi Protein
Absorbansi Asam Nukleat
Hukum Beer-Lambert
Indeks Kemurnian
Dinamika Denaturasi Protein
Konsep Denaturasi
Agen Denaturan
03 Analyzer Spektrofotometri
Eksplorasi Hukum Beer-Lambert untuk menghitung konsentrasi sampel secara instan. Sesuaikan panjang gelombang () dan amati perubahan absorbansi ().
Spectro Analyzer
04 Dinamika pH & Muatan Asam Amino
Visualisasikan transisi muatan asam amino dari bentuk kationik ke zwitterion hingga anionik berdasarkan konstanta disosiasi ().
Amino Acid pH Simulator
Area Kontrol & Visualisasi
Visualisasi Struktur Kimia & Muatan Netto
Analisis Laboratorium Protein
Menganalisis stabilitas struktural protein dalam berbagai kondisi eksperimental.
#01 Enzim pada Tabung 3 akan kehilangan aktivitas katalitiknya namun tetap mempertahankan berat molekul aslinya dalam analisis elektroforesis non-denaturasi.
#02 Denaturasi pada Tabung 4 terjadi terutama karena gangguan pada interaksi elektrostatik dan ikatan hidrogen akibat perubahan status protonasi gugus R.
#03 Jika enzim X adalah protein yang sangat stabil (seperti ribonuklease), sampel pada Tabung 2 mungkin menunjukkan aktivitas kembali setelah didinginkan (renaturasi).
#04 Pengukuran absorbansi pada 280 nm akan menunjukkan nilai nol jika protein telah terdenaturasi sepenuhnya menjadi untai linear.
Latihan Mandiri
Tantangan Mandiri: Biokimia Terintegrasi
Uji pemahaman Anda pada rekayasa protein dan logika karbohidrat.
#01 Penggantian Valin menjadi Isoleusin dapat meningkatkan stabilitas melalui penguatan interaksi hidrofobik di inti protein, selama tidak terjadi hambatan sterik.
#02 Pembentukan ikatan disulfida baru merupakan modifikasi pada struktur sekunder protein.
#03 Jika protein hasil rekayasa memiliki titik isoelektrik (pI) yang lebih tinggi dari protein asli, berarti mutasi yang dilakukan menambah jumlah muatan negatif pada permukaan protein.
#04 Penambahan Sistein hanya akan membentuk jembatan disulfida jika lingkungan di sekitarnya bersifat oksidatif.
#01 Mutan tersebut akan gagal membentuk mikrofibril dinding sel yang memberikan kekuatan tensil pada sel tanaman.
#02 Tanaman mutan tersebut masih dapat menyimpan cadangan energi dalam bentuk amilopektin karena ikatan yang terlibat adalah alfa-1,4 dan alfa-1,6.
#03 Selulosa lebih sulit dihidrolisis secara enzimatik dibandingkan amilosa karena struktur selulosa yang linear dan rapat memungkinkan pembentukan ikatan hidrogen inter-rantai yang ekstensif.
#04 Enzim amilase manusia akan mampu mencerna dinding sel tanaman normal karena amilase dapat memutus semua jenis ikatan glikosidik antar monomer glukosa.