Pertemuan 2: Arsitektur Sel & Dinamika Membran
Memahami kompartementalisasi, termodinamika membran, dan kinetika transpor melalui model Fluid Mosaic dan Michaelis-Menten.
Konsep Dasar & Mekanisme
Fokus utama pada biologi sel tingkat lanjut bukanlah sekadar menghafal nama organel, melainkan memahami kompartementalisasi dan termodinamika membran.
Membran sel mengikuti model Fluid Mosaic. Fluiditas membran ditentukan oleh rasio fosfolipid jenuh dan tak jenuh, serta keberadaan kolesterol. Secara termodinamika, pergerakan lateral fosfolipid terjadi sangat cepat ( kali per detik), sedangkan pergerakan flip-flop antar leaflet sangat jarang karena hambatan energi tinggi.
Sistem Endomembran: Protein yang disintesis di RE Kasar memiliki sinyal peptida yang mengarahkan mereka ke lumen RE. Modifikasi pasca-translasi (glikosilasi) berlanjut di Aparatus Golgi dari sisi cis ke trans.
Persamaan Kinetika Transpor Terfasilitasi
Transpor melalui protein pembawa (carrier) mengikuti kinetika saturasi yang mirip dengan enzim (Michaelis-Menten):
Di mana adalah laju fluks, adalah kapasitas transpor maksimum, dan adalah afinitas transporter terhadap solut.
Membrane Fluidity Lab
Membran stabil. Pilih suhu untuk melihat dinamika.
Osmosis & Turgor Sim
Net fluks air seimbang. Volume sel stabil.
Centrifuge Fractionation Lab
Siapkan homogenat sel dan pilih kecepatan untuk memulai pemisahan organel.
#01 Pemisahan organel pada fraksinasi sel didasarkan pada perbedaan densitas dan massa jenis organel.
#02 Jika peneliti ingin mengisolasi ribosom, maka diperlukan kecepatan sentrifugasi yang lebih rendah daripada isolasi mitokondria.
#01 Ikan Arktik kemungkinan besar memiliki persentase asam lemak tidak jenuh yang lebih tinggi pada fosfolipid membrannya.
#02 Peningkatan kadar kolesterol pada suhu rendah akan menurunkan fluiditas membran secara drastis sehingga membran membeku.
Energi dalam Transpor Aktif
Transpor aktif primer (seperti Pompa -ATPase) menciptakan gradien elektrokimia. Energi bebas () yang tersimpan dalam gradien ini digunakan oleh transpor aktif sekunder (Simport/Antiport).
Di mana adalah muatan ion, adalah konstanta Faraday, dan adalah potensial membran.
Potensial Air
Potensial Air (): Dalam sel tumbuhan, arah pergerakan air ditentukan oleh:
Sel akan mengalami plasmolisis jika diletakkan di larutan dengan lebih negatif (hipertonik) dibandingkan sitosol.
Carrier Kinetics Simulator
Secretory Pathway Simulator
Klik "Langkah Selanjutnya" untuk memulai sintesis protein di Retikulum Endoplasma.
#01 Pada larutan A, sel akan mengalami hemolisis karena potensial air di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel.
#02 Laju difusi air melalui akuaporin pada ketiga larutan tersebut akan selalu sama terlepas dari gradien konsentrasi.
#03 Dalam larutan C, sel mengalami krenasi karena tekanan osmotik luar sel lebih besar dari tekanan osmotik internal.
#04 Penggunaan inhibitor ATP pada percobaan ini akan menghentikan seluruh pergerakan air melewati membran.
Latihan Mandiri
#01 Grafik untuk GLUT1 akan menunjukkan kurva linier tanpa batas atas laju transpor.
#02 Pada konsentrasi glukosa yang sangat tinggi, laju transpor pada kondisi (2) akan mencapai steady state (Vmax).
#01 Sel Leydig akan memiliki retikulum endoplasma halus (REH) yang jauh lebih berkembang dibandingkan sel plasma.
#02 Protein yang disintesis pada ribosom bebas akan langsung dibawa ke badan Golgi untuk dikemas ke dalam vesikel sekretori.